Malam begitu tenang. Tak ada deras hujan sebagaimana yang terjadi di siang harinya. Terdengar riuh rendah suara segerombolan anak-anak Sekolah Dasar (SD) Mangunan Yogyakarta. Mereka tengah bersiap menampilkan atraksi “Musik Kaleng Rombeng” di malam Hari Ulang Tahun ke-1 Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA). Setelah beberapa sambutan dan pidato yang di antaranya disampaikan Joe Marbun (pegiat MADYA) dan Inajati Adrisijanti (arkeolog), grup itu tampil riang dan memukau. Menandai ambang penghujung peringatan yang juga diisi Paduan Suara Yogyakarta dan Tari Kipas oleh dua mahasiswi Jurusan Tari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Masyarakat Advokasi Warisan Budaya bergerak di bidang advokasi kebijakan publik, pengawasan, dan penyadaran publik terhadap pengelolaan warisan budaya di Indonesia. Sebuah lembaga yang dijalankan dengan semangat volunterisme. Pada HUT ke-1 ini digelar serangkaian acara yang bertempat di Museum Benteng Vredeburg Gedung F yang dilangsungkan pada 7-9 Januari 2010. Kegiatan tersebut di antaranya: Pameran dan Diskusi Foto “Warisan Budaya dalam Lensa Kamera”, Pemutaran dan Diskusi Film “Merantau: Merangkul Tradisi, Memperkokoh Jati Diri”, Seminar “Evaluasi Pengelolaan Warisan Budaya Tahun 2009”, dan Malam HUT ke-1 MADYA. Atraksi seni yang ditampilkan sekaligus merupakan suguhan satu bentuk pusaka budaya yang musti dilestarikan. Secara keseluruhan peringatan tersebut, salah satunya bertujuan mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian warisan budaya. (Aya)