Pada sebuah Sabtu malam,
tepatnya tanggal 20 maret 2010, tentu merupakan hari yang sangat istimewa bagi
Mimi Rasinah: ia menginjak usia ke 80 tahun.
Beberapa seniman tari
topeng dari berbagai kota hadir dan turut memeriahkan perayaan di hari
istiomewa itu dengan mementaskan tari topeng untuk sang nenek. Indra Kusuma,
penari dari Bekasi, membawakan tari topeng Jentrik-jentrik; Pak
Yedi dari Bandung menarikan Tarian Putri; dan Didik Nini Thowok dari
Yogyakarta menari dengan gaya banyolannya.
Klimaksnya ketika sang
nenek turut pula menari bersama Aerli Rasinah—cucu yang merupakan penerus
Rasinah dan sekarang memimpin sanggar tari topeng Mimi Rasinah. Mereka
membawakan Panji Rogo Sukma. Sebuah gambaran transregenerasi tari topeng
dari sang maestro.
Ini merupakan perayaan sekaligus bentuk penghargaan
terhadap dedikasi yang tinggi sang maestro terhadap seni topeng di Cirebon
khususnya. Juga atas inspirasinya baik bisa dicerap masyarakat pun pada bidang
tari yang lainnya.