|
|
|
|
| :: Anda berada di halaman: Galeri Foto - Edisi: 119/XI/2010 |
|
| Kata kunci:
|
|
|
|
| 1. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Dua-D: Wayang-Gambar-Kaligrafi Gerak Lucu Wayang Golek Pada masa lalu, gerak-gerak wayang golek umumnya terbatas pada tangan, kepala, dan tubuh yang diputar atau dinaik-turunkan sedikit seperti orang bernafas. Tapi, sejak ahir tahun 1970an bagian tubuh yang bisa digerakkan itu lebih banyak lagi, seperti kepala yang bisa tunduk-tengadah atau miring kiri-kanan (sebelumnya hanya tengok kiri-kanan). Juga mulut yang bisa terbuka-tertutup. Tapi perubahan itu hanya pada wayang-wayang lucu, seperti panakawan dan raksasa. Foto ini adalah panakawan Pandawa (kiri ke kanan: Semar, Cepot, Dageng, Dawala), dalam format GIF (animasi). Fotografer: Zulkiifly Pagessa |
|
|
|
| 2. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Dua-D: Wayang-Gambar-Kaligrafi Gerak Mulut Wayang Sasak Untuk beberapa karakter, biasanya yang lucu-lucu, seperti panakawan atau penasar, mulut wayang kulit bisa digerak-gerakkan dengan teknologi sederhana, seutas benang dan mulut tersebut memakai pegas bambu sebagi pir. Foto ini adalah dari wayang Sasak di Lombok, merupakan tokoh-tokoh "orang desa" atau rakyat kebanyakan, yang tidak bernama tetap dan tidak mesti berhubungan dengan alur cerita pokok yang dilakokkan. Gerakan mulut ketika pertunjukan bersamaan dengan kata-kata dialognya, sehingga seperti dalam fil kartun atau animasi--seperti halnya foto ini diedit dalam gif-animasi. Fotografer: Zulkiifly Pagessa |
|
|
|
| 3. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Dua-D: Wayang-Gambar-Kaligrafi Sekar Diu - Wayang Sasak Sekar Diu ("Bunga Raksasa") adalah nama kuda tunggangan Wong Agung Menak (Amir Hamzah), tokoh utama dalam cerita Menak yang dibawakan dalam wayang Sasak, Lombok, NTB Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 4. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Tiga-D: Patung-Boneka Topeng Cupak Topeng Cupak adalah yang dipakai oleh Cupak dalam pertunjukan Cupak-Gurantang; yakni cerita dua kakak-beradik yang sangat berbeda karakternya. Cupak, memakai topeng, yang sulung dan serakah berlaku curang pada adikhya, Gurantang (tak bertopeng). Di Bali juga terdapat pertunjukan Cupak-Grantang, ceritanya sama, tapi tidak memakai topeng. Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 5. |
 |
Kategori foto: Alat Musik -> Idiofon Gangsa dari Filipina Gong bermuka rata (tanpa pencon) terdapat di wilayah utara Filipina (selain yang paling banyak di Asia Timus: China, Korea, Jepang). Pembuatannya, umumnya dicetak gukan ditempa, tapi kemudian ditempa bagian-bagian tertentu, dan ada yang membuat sebuah pola spiral seperti salah satu foto di atas. (Dari Gong koleksi Jose Maceda, Etnomusicology Center The University of Philippines). Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 6. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Perhasan-Kostum Topi dari Asia Tenggara Topi tidak hanya memiliki fungsi praktis, untuk melindungi diri dari panas dan hujan, melainkan memiliki makna kultural. Bukan pula semata keindahan, karena banyak yang sepertinya tidak ditujukan untuk keindahan. Di pelbagai budaya, topi kerja ini memiliki bentuk yang berbeda-beda pula. Topi-topi ini sebagian saja dari koleksi Museum Etnologi Nasional, Minpaku, di Osaka, yang dikumpulkan dari beberapa negara Asia Tenggara. Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 7. |
 |
Kategori foto: Teater -> Properti-set Panggung teater Noh di Kanazawa, Jepang
Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 8. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Tiga-D: Patung-Boneka Topeng naga, dragon, atau "barong" dari Bolivia Dalam suatu pameran di Museum Etnologi Nasional Jepang, Minpaku, Osaka Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 9. |
 |
Kategori foto: Seni Rupa -> Tiga-D: Patung-Boneka Topeng Topeng bertanduk di Jepang biasanya disebut Oni ("jin") baik dalam tradisi istana maupun desa. Jjenisnya banyak sekali, tanduknya ada yang pendek ada yang panjang, demikian juga ekspresi wajahnya ada yang tampak lucu ada yang angker. Topeng ini salah satu dari topeng-topeng teater Noh, dipajang di lobi gedung pertunjukan Noh Kanazawa, Jepang (2009) Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| 10. |
 |
Kategori foto: Alat Musik -> Kordofon Morinkhur - alat gesek dari Monggolia Morinkhuur (Morin Khuur = "alat-gesek bkepala-kuda") terdapat di Asia Tengah, lekat dengan budaya Monggolia. Alat ini dimainkan sambil bercerita-bernyanyi (nyanyian naratif). Cerita atau dongengnya banyak tapi hampir semuanya merupakan ekspresi penghargaan atau pujian terhadap kuda (yang sudah mati). Pada waktu penghidupan orang Monggol secara penuh nomad (berpindah-berburu), kuda merupakan yang esensial sebagai "alat" transportasi. Karena itu pula ukiran di bagian kepala Morinkhuur selalu berbentuk kuda. Dahulu, baik penggesek maupun dawaynya juga terbuat dari bulu ekor kuda. Foto ini dari koleksi Museum Etnologi Nasional Jepang, Minpaku, Osaka Fotografer: YE Marstyanto |
|
|
|
| first | prev | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | next | last | Total: 76 rec |
|
|
|
|
|
|



| |
|
|
|
|
| |
 Gerak Lucu Wayang Golek |
 Gerak Mulut Wayang Sasak |
| |
 Sekar Diu - Wayang Sasak |
 Topeng Cupak |
|
|
|