|
|
|
|
| :: Anda berada di halaman: Info Buku - Edisi: 119/XI/2010 |
|
 |
|
Renungan Seorang Pinggiran
| Judul |
: |
Dolanan (Kumpulan Puisi) |
| Penulis |
: |
Abu Bakar |
| Penerbit |
: |
Framepublishing |
| Terbitan |
: |
Yogyakarta, 2009 |
| Tebal |
: |
x + 106 hlm; 13,5 × 20 cm |
| Alamat |
: |
|
| |
Penyair yang akrab disapa Oom Abu (lahir 1925) telah melalui sejarah hidup yang panjang dan penuh pergumulan. Ia menekuni dunia seni rupa, bekerja profesional di sejumlah tempat di Jakarta, dan sempat pula menjadi perancang cover di sebuah majalah rohani. Ia pun lincah menuangkan hiruk gelisahnya ke dalam cawan-cawan puisi. “Saya amatir dalam puisi,” ungkapnya merendah.
Karya-karyanya terkesan sederhana tapi acapkali menukik dan mencengangkan, sarat dengan parodi dan ironi. Seolah hadir sebagai dokumentasi hidup yang lahir dari saripati renungan “seorang pinggiran.” Parodi dan ironi itu terendus dari gaya penulisan judul, antara lain: Golgotha Plus, Wong Lanang, Ikrar Gombal, Firdaus Hilang, Super Being the Nameless, dan lain sebagainya. Puisi-puisi Abu setidaknya mengajarkan agar penyair tak mabuk kata-kata juga tak kelewat moralis. (aya) |
| |
Ket:
|
|
|
|
|
|



| |
|
|
|
|
| |
 Gerak Lucu Wayang Golek |
 Gerak Mulut Wayang Sasak |
| |
 Sekar Diu - Wayang Sasak |
 Topeng Cupak |
|
|
|