Beranda Tentang Kami Hubungi Kami Agen/Distributor Berlangganan Galeri Foto Merchandise Polling Blog Edisi:    
Selamat Datang di situs GONG, media seni-budaya Nusantara. - Di sini kami menyediakan pelbagai informasi, yang mudah diakses. - Saran dan kritik Anda kami tunggu, silakan klik HUBUNGI KAMI.
  Fasilitas Pencarian: advanced search Minggu, 1 Agustus 2010 | 02:43 WIB
 RUBRIK UTAMA
   Salam Budaya
   Dari Pembaca
   Sorot
   Sosok
   Wawasan
   Media
   Ensiklopedi
   Resensi
   Bingkai
   Panggung
   Sastra
   Anjungan
   Laku dan Cerita
   Tatap

 SOSOK
Bila Siap, Semua akan Ngeli

 BINGKAI
Kado Kecil untuk Sang Nenek

 Polling
Jika Anda pembaca Gong, tulisan tentang apa yang paling diminati?
Wawasan kebudayaan melalui kajian seni
Berita keberagaman seni lokal
Kesenian dalam kehidupan masyarakat
Review dengan pendekatann estetika
Seni lokal yang diolah menjadi komersial
 

 Lihat hasil...

 
:: Anda berada di halaman: Sastra - Edisi: 118/XI/2010

Sajak-sajak Bernard Batubara

Bernard Batubara, lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 9 Juli 1989. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Sajak-sajaknya termaktub dalam buku antologi puisi bersama Pedas Lada Pasir Kuarsa. Menyimpan tulisannya di blog pribadi bisikanbusuk.blogspot.com

Dahak

 

napas ini yang mendesak adalah kata terbawa dari rancu musim di kota kartun negeri layar televisi dan kental lendir yang sering berubah jadi gir-gir bermesin di tenggorokan tak pernah mau berdamai meski disuap obat pengencer produksi pabrik luar negeri sedang cuaca panas membangun rumah di pelupuk mata menjauhkan sejuk hujan ke pinggir-pinggir kota dan teras musala hingga setiap kedip adalah doa agar lebar kain-kain spanduk iklan makanan di simpang jalan mengirim teduh ke pangkal leher tempat lapar dan haus tengah bersetubuh sambil melahirkan batuk demi batuk dan gatal yang sengit dari musim dahaga dan sajak yang sakit

 

 

Siapa

 

engkau tersamar

di antara wangi asap

ladang yang dibakar

di sela tunggul-tunggul

padi hangus

dan selisih depa

petak sawah

yang ditanami

pasir dan bata

 

engkau kerinduan
gigil sebuah sungai

akan muara

yang pernah lama

menyambut

dan memeluknya hangat

sungai berwarna merah
yang mengalir

dari mata anak-anak

tertidur di bawah

tenda-tenda darurat

dan puing-puing

rumah sewa

 

engkau yang longsor

dari perut

perempuan, bunda

bumi yang tengah

melahirkan

bebatuan

 

engkaukah pula

 

getaran itu?

 

engkau sayup suara

di antara teriakan

ratusan manusia,

tapi kenapa

aku mendengarnya

seperti jerit bahagia?

 

engkau injakan kaki-kaki

yang berlari buta,

kaki-kaki

yang setengah mati

mencoba

meloloskan diri

dari sergapan malaikat

maut

dan tak menyadari

tengah menuju ke sana pula

lagi

 

engkau benak yang curiga

tak ada hikmah

bisa diambil

dari musibah ini

 

engkau pemain

dalam lakon paling lucu

yang pernah tercipta

dan tak pernah berhasil

membuat dirimu sendiri

tertawa

sementara engkau pula

berdiri

di antara barisan

penonton

yang tergelak

tak mengerti

apa yang selama ini

disaksikan

 

engkau penguasa negeri pembalut ini!

tahan dipakai

hingga empat-lima kali bocoran

 

engkau itu

apakah kau

 

apakah tuhan

 

apakah aku?

 

 

Memo: Pertanyaan dari Selembar yang Tertahan di Pohon Ketapang kepada Selembar Lain yang Telah Jatuh dan Tersapu Orang

 

sempatkah aku menjadi kering

dan jatuh di halaman itu

 

sebelum kau terbakar api

dan tumbuh kembali

 

sebagai daun

di tangkai yang lain?
  Artikel lainnya
Percakapan Pengantin
Benny Arnas, lahir di Ulak Surung-perkampungan di utara Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Menekuni prosa sejak 2008. Karya-karyanya telah dimuat di sejumlah media, antara lain: Koran Tempo, Jawa Pos, Republika, Suara Merdeka, dan Lampung Post. Cerpen-cerpennya juga termaktub dalam sejumlah antologi: Bob Marley dan 11 Cerpen Pilihan sriti.com (GPU, segera terbit), Jalan Menikung ke Bukit Timah (TSI II, 2009), dan Di Sebuah Ruang Kuliah Seorang Guru Bercerita (Exoti-P, 2009).
Sajak-sajak Budhi Setyawan
Budhi Setyawan, lahir di Purworejo, 9 Agustus 1969. Tulisannya dimuat di sejumlah media, antara lain: Tribun Kaltim, Republika, Jurnal Nasional, dan Seputar Indonesia. Tergabung dalam antologi bersama: Kemayaan dan Kenyataan (Fordisastra, 2007), Pedas Lada Pasir Kuarsa (TSI II, 2009), Kakilangit Kesumba (Purworejo, 2009), dan Antologi Musibah Gempa Padang (Malaysia, 2009). Aktif di sastra Reboan di Bulungan, Jakarta Selatan.


 







SPECIAL EVENTS


AGENDA BUDAYA

  • Atraksi Seni Peringatan Satu Tahun Madya - (REVIEW)
  • Launching dan Baca Cerpen Mata Blater Mahwi Air Tawar - (PREVIEW)
  • Vocal Recital Romance - (PREVIEW)
  • Pentas Komposisi Musik Rijok For Orchestra - (PREVIEW)

  • INFO BUKU
     

    Kumpulan Esei Antara

    Pembudayaan Busana Melayu

    Pelangi Cerpen Malang

    Renungan Seorang Pinggiran

    NEWS

  • Dedikasi dalam Imaji I Wayan Rai
  • Berlalunya Sebuah Era?
  • Seniman Sapto Raharjo Wafat
  • Obituari: Seniman Sapto Rahardjo Berpulang
  • Seniman Gamelan Sapto Rahardjo Meninggal Dunia

  •  
     GALERI FOTO
     

    Gerak Lucu Wayang Golek

    Gerak Mulut Wayang Sasak
     

    Sekar Diu - Wayang Sasak

    Topeng Cupak


      Copyright © 2008 Majalah Gong
      Jl. Nitikan Baru, Gang Aries No. 46, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta 55161
      Telp/Fax: +62-0274-370830 | 081568445708
      E-mail: redaksi@gong.tikar.or.id

    Developed by: Satya Adirimata +62 818 650771, +62 21 991 45561. Email: adirimata@yahoo.com