Lintas Budaya

Tradisional Tapi Kontemporer

Tradisional Tapi Kontemporer Oleh: Putu Wijaya, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 96/IX/2007. Dalam Art Summit Indonesia (ASI) ke-V (diselenggarakan 3 tahun sekali) yang dimulai pada 1 sampai 30 Nopember 2007, ada beberapa perubahan penting. Sebagai festival seni pertunjukan terkini dan terbaik, seni rupa yang tahun lalu digandeng telah dilepaskan lagi. Perhelatan yang dibiayai oleh Kementerian BUDPAR itu hanya mengurus tari, musik, dan teater. ltu pun dengan langkah baru.

Tradisional Tapi Kontemporer Read More »

Festival Sriwijaya XIV: Neraca Perkembangan Seni Daerah

Festival Sriwijaya XIV: Neraca Perkembangan Seni Daerah, Oleh Karsono, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 71/VII/2005. Festival Sriwijaya XIV usai sudah. Perimbangan kekuatan seni pusat-daerah dalam wacana identitas lokal telah terbangun.
Selama sepekan, medio Juni lalu, kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) diramaikan kehadiran pekerja seni dari antero kabupaten dan kota di wilayah propinsi yang mentahbiskan diri sebagai Lumbung Energi Nasional

Festival Sriwijaya XIV: Neraca Perkembangan Seni Daerah Read More »

Festival yang Terus Mencari

Festival yang Terus Mencari, Oleh Retno “Devil” Hemawati, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 71/VII/2005. FSS 2005 menghadirkan kurator independen dalam seleksinya. Mereka juga mampu meraup banyak sponsor. Pertanda makin matang?
Malam itu, semarak langit cerah berhias tebaran bintang dan cahaya sebulan. Bisa jadi ini merupakan pertanda bahwa perhelatan besar Festival Seni Surabaya (FSS) 2005 bakal mendulang sukses seperti FSS tahun lalu

Festival yang Terus Mencari Read More »

Sang Anoman ke Dunia Anak

Sang Anoman ke Dunia Anak, Oleh Sumaryono, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 71/VII/2005. Kreasi wayang orang untuk anak-anak ini memasukkan banyak gerak yang asing. Konsep animasi multimedia melatarbelakangi tiap adegannya.
Seorang tua turun dari panggung menuju tempat penonton di deretan depan. Tangan kanannya membawa boneka wayang figur kera berbulu putih, sedang tangan kirinya menenteng boneka wayang berkarakter keras bernama Bokbis, putra Raja Rahwana dari Kerajaan Alengka

Sang Anoman ke Dunia Anak Read More »

Getaran Ruang Tubuh

Getaran Ruang Tubuh, Oleh Robby Hidajat, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 69/VII/2005.
Tubuh dalam realitas panggung adalah sebuah refleksi virtualitas yang dikcjar setiap korcograafer. Usaha dalam pengembaraan proses kreatif bagaikan memasuki “lubang hitanm’atau pengembaraan ke dasar samudra. Pencarian yang dilakukan oleh banyak koreograter dapat disimak pada even Solo Dance Festival (26 -29 April 2005), di Teater Arena laman Budaya Surakarta, Jawa lengah.

Getaran Ruang Tubuh Read More »

Seni Buruh, Apa Pula Itu?

Seni Buruh, Apa Pula Itu? Oleh: Nida Ul Chasanah, Rubrik Lintas Budaya, Edisi 69/VII/2005
Siapa sangka para buruh di Indonesia, sudah berkesenian sekitar 10 tahun silam. Bahkan lebih. Sayang disayang, tak banyak mediasi mengenainya. Ini mungkin karena kesenian buruh dianggap kesenian rendahan. Tidak berkualitas. Wowok Hesti Prabowo. Ketua Dewan Kesenian Tangerang, mengakui hal ini.

Seni Buruh, Apa Pula Itu? Read More »

Ketika Buto Kale Diusir dari Jagad Manusia

Ketika Buto Kale Diusir dari Jagad Manusia, Oleh Agus Bing, Edisi 68/VII/2005, Rubrik Lintas Budaya. Satu hari sebelum nyepi, saat menjelang sandikale (menjelang malam) tiba, seluruh masyarakat Bali sibuk melakukan ritual pengrupukan: sebuah ritual untuk membersihkan buto kale (mahkluk halus) dari jagad manusia. tujuannya agar seluruh penghuni jagating lelembut (dunia makhluk halus) berpulang ke alam kehidupannya.

Ketika Buto Kale Diusir dari Jagad Manusia Read More »

Scroll to Top