Saat Pasar Tak Berkumandang
Saat Pasar Tak Berkumandang, Oleh FG Pandhuagie, Rubrik Panggung, Edisi 71/VII/2005. Menghilangnya pasar-pasar tradisional berganti dengan plaza, mal, dan supermarket, jadi bahan refleksi monolog ini.
Saat adegan mulai berganti, suasana kembali sepi. Cahaya lampu pun ikut temaram, mengikuti suasana yang ingin dibangun di awal pertunjukan. Sebelumnya, tetabuhan rancak, bertalu-talu tak beraturan, telah mengawali pertunjukan
Saat Pasar Tak Berkumandang Read More »