Panggung

Saat Pasar Tak Berkumandang

Saat Pasar Tak Berkumandang, Oleh FG Pandhuagie, Rubrik Panggung, Edisi 71/VII/2005. Menghilangnya pasar-pasar tradisional berganti dengan plaza, mal, dan supermarket, jadi bahan refleksi monolog ini.
Saat adegan mulai berganti, suasana kembali sepi. Cahaya lampu pun ikut temaram, mengikuti suasana yang ingin dibangun di awal pertunjukan. Sebelumnya, tetabuhan rancak, bertalu-talu tak beraturan, telah mengawali pertunjukan

Saat Pasar Tak Berkumandang Read More »

The Passion of Pakarena

The Passion of Pakarena, Oleh Yudhistira Sukatanya, Rubrik Panggung, Edisi 71/VII/2005. Hari itu, Sabtu 26 Mei 2005, pukul 20.00 WITA dimulai gelar Tari BKKI Kota Makassar tahun 2005, yang diikuti oleh 6 Grup, masing- masing Aco Dance Company dengan karya Iye………Tebe’; Sanggar Tari Lembang Sura yang menyajikan Maggellu; Els Tari yang memanggungkan The PASSION of Pakarena; Sanggar kreatif Sulawesi Selatan yang mengusung Kamanemeniha; Tanah Merah Movement Art yang menarikan Dalam Bayang Balla Bulo, dan Sanggar Bunga Eja yang menampilkan Ordinari Life

The Passion of Pakarena Read More »

Memandang Kematian dengan Jenaka

Memandang Kematian dengan Jenaka, Oleh Pincuk Suroto, Rubrik Panggung, Edisi 71/VII/2005. Kematian selalu mencemaskan dan menggetarkan. Tetapi di tangan Teater Gidag Gidig, kematian menjadi sesuatu yang menyegarkan.
Kematian sering datang secara tiba-tiba dan pasti akan menghampiri setiap manusia yang hidup di bumi. Namun ada kisah yang kontroversial berkaitan dengan kematian Syekh Siti Jenar yang masih mengundang perdebatan sampai sekarang

Memandang Kematian dengan Jenaka Read More »

Revolusi Babu

Revolusi Babu, Oleh Yudhistira Sukatanya, Rubrik Panggung, Edisi 69/VII/2005
Sambutan sangat meriah menggema di ruang teater tertutup, gedung Kesenian Sulawesi Selatan Societeit de Harmonie, Makassar. Sesaat kemudian, hampir seluruh penonton spontan berdiri, sambil terus memberi tepukan. Begitulah akhir pertunjukan teater Pemberontakan
Babu Sanggar Merah Putih Makassar, 19 April 2005

Revolusi Babu Read More »

Sukma Laut & Kinestetik

Sukma Laut & Kinestetik, Oleh Aristofani, Rubrik Panggung, Edisi 69/VII/2005. Di tengah panggung bergelantungan empat buah lampu minyak yang
sedikit memberi cahaya. samar samar terlihat sebuah tangga dengan satu tiang, Di bawahnya terlentang empat sosok lelaki dengan posisi tidak teratur, Dari sudut kiri dan kanan depan panggung, dua orang penari yang kepalanva tertutup kaleng kerupuk masuk dengan membawa lampu minyak, Salah satu di antara mereka mengeluarkan suara-suara rintihan seolah sedang mencari sesuatu yang hilang.

Sukma Laut & Kinestetik Read More »

Kesaksian Jaran Sungsang

Kesaksian Jaran Sungsang, Oleh Agus Bing, Rubrik Panggung, Edisi 69/VII/2005. Seni(man) tradisi termasuk yang paling banyak menjadi korban geger 65. Kisah seniman jathilan yang diangkat ke panggung teater.
Tragedi kemanusian G 30 S PKI yang berakhir memilukan kembali diangkat dalam pertunjukan teater. Kali ini, peristiwa dramatik berlatar pembunuhan dan pemusnahan kaum yang dicap berhaluan kiri itu, digarap dengan konsep pertunjukan seni rakyat, ketoprak lesung. Kesenian ini, yang pada masa Orba sempat dicurigai sebagai keseniannya PKI, pada awalnya sangat populer di kalangan masyarakat pedesaan.

Kesaksian Jaran Sungsang Read More »

Scroll to Top