About Us

Membangun Pustaka Digital untuk Pengetahuan Seni dan Budaya Indonesia

“Melestarikan bukan hanya menyimpan, tetapi memastikan pengetahuan tetap dapat ditemukan, diakses, dan dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.”


Majalah GONG pertama kali terbit pada sekitar tahun 1999 sebagai majalah nirlaba yang berfokus pada seni, budaya, tradisi, dan pendidikan seni di Indonesia. Selama masa penerbitannya, Majalah GONG menghadirkan beragam tulisan yang mendokumentasikan dinamika kehidupan seni budaya Indonesia, mulai dari seni pertunjukan (tari, teater, dan musik), seni rupa tradisi maupun kontemporer, media, hingga pendidikan seni dan budaya. Majalah ini juga memberikan ruang bagi perkembangan sastra melalui publikasi cerpen dan puisi.

Sebagai media kebudayaan, Majalah GONG berkomitmen menghadirkan informasi dan wacana seni budaya yang dapat dipercaya, sekaligus berupaya menjaga keberlanjutan penerbitannya melalui penjualan majalah dan dukungan iklan.

Seiring berjalannya waktu, berbagai kendala, terutama dalam aspek pendanaan, menyebabkan penerbitan Majalah GONG harus berakhir. Edisi terakhir yang terbit adalah Edisi 116/X/2009.

Berakhirnya penerbitan bukan berarti berakhir pula nilai pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Ratusan artikel yang pernah diterbitkan tetap memiliki arti sebagai dokumentasi perjalanan seni dan budaya Indonesia, sekaligus menjadi sumber rujukan yang berharga bagi peneliti, pendidik, mahasiswa, pelaku seni, maupun masyarakat luas.

Karena itulah, Majalah GONG, menyampaikan kembali kepada public, informasi, pengetahuan, yang bisa diakses melalui system online ini secara bebas, melalui arsip-arsip yang dimilikinya, dengan berpegang pada:

  • Pengetahuan budaya adalah warisan bersama yang perlu dijaga aksesnya.
  • Data harus lebih panjang umur daripada aplikasi.
  • Struktur data lebih penting daripada tampilan.
  • Metadata yang baik memudahkan penelusuran pengetahuan.
  • Sistem dirancang agar dapat diteruskan oleh generasi pengelola berikutnya.

Sistem Arsip Majalah GONG dibangun sebagai upaya untuk menghadirkan kembali seluruh koleksi tersebut dalam bentuk arsip digital yang mudah diakses oleh publik. Setiap artikel disajikan dalam format PDF agar dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan sebagai bahan kajian, penelitian, pengembangan pengetahuan, maupun referensi bagi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni dan budaya.

Arsip ini tidak dimaksudkan sebagai sekadar tempat penyimpanan dokumen, melainkan sebagai arsip yang hidup—sebuah ruang pengetahuan yang memungkinkan gagasan, pengalaman, dan dokumentasi yang pernah diterbitkan tetap dapat ditemukan, dipelajari, dan menginspirasi generasi berikutnya, dan akan tetap hidup melalui akses, pembacaan, penelitian, dan lahirnya pengetahuan baru.


Scroll to Top